Home » Internasional » 25 November 2020: Program Doktor Ilmu Linguistik USU akan Laksanakan The 2nd International Interdisciplinary Conference on Language Affairs (IICoLA)

25 November 2020: Program Doktor Ilmu Linguistik USU akan Laksanakan The 2nd International Interdisciplinary Conference on Language Affairs (IICoLA)

Share Berita

SUARAPUBLIK.CO.ID – Humor merupakan gejala universal untuk mengungkapkan sesuatu yang dianggap lucu. Namun, setiap orang dan masyarakat memiliki persepsi yang berbeda tentang humor. Sejak abad ke-16 di Eropa dan Amerika Serikat, humor telah dianggap sebagai bagian dari kehidupan manusia.

Di kawasan Asia, humor dikenal pada awal abad ke-19 seperti disebutkan Rahmanadji (2007). Tak heran, di awal abad 20 humor telah menjadi salah satu tujuan penelitian. Saat itu humor memasuki era baru karena sangat dominan dalam teater dan film komedi.

Di Indonesia humor informal menjadi bagian dari kesenian rakyat, seperti ludruk, ketoprak, lenong, wayang kulit, wayang golek, dan sebagainya. Bahkan, pada perkembangan media cetak di awal 1960-an, koran mulai memunculkan rubrik-rubrik humor yang khas, seperti spoof, anekdot, karikatur, dan kartun.

Sejalan dengan itu, Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU) akan melaksanakan The 2nd International Interdisciplinary Conference on Language Affairs (IICoLA). Ini merupakan IICoLA yang kedua. Tahun lalu dilaksanakan pertama kali dengan mengambil topik “ujaran kebencian” (hate speech).

Ketua Program Studi Doktor Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya USU, Dr. Eddy Setia, M.Ed.TESP., didampingi Sekretaris Program Studi, Dr. Mulyadi, M.Hum., yang juga Ketua Panitia IICoLA ke-2 tahun ini menyampaikan kepada SUARAPUBLIK.CO.ID, Selasa (24/11/2020), selain seni, humor juga dapat digunakan sebagai representasi realitas sosial dan kritik sosial dari kalangan tertentu.

“Apalagi humor kini berfungsi sebagai media komunikasi politik”, ungkap Doktor Eddy Setia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, humor politik telah bertransformasi dan berkembang menjadi meme sebagai ekspresi politik dari masyarakat populer dan kemajuan informasi teknologi dan kehadiran sosial media, seperti yang disampaikan Wadilapa pada tahun 2015.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Program Doktor Ilmu Linguistik, Dr. Mulyadi, M. Hum. menambahkan bila dilihat dari perspektif berbeda, misalnya para psikolog yang memandang humor sebagai jalan keluar yang mampu menciptakan mentalitas yang sehat dan menghilangkan stres yang disebabkan oleh tekanan jiwa dan mental.

“Tidak hanya untuk mengolah emosi, secara psikologis humor juga dapat berfungsi sebagai penyimpan “sense of self”. Begitulah cara seseorang menghindari masalah dan memandangnya dari sudut pandang yang berbeda seperti disebutkan Hasanar dan Subandi pada tahun 1998”, ungkap Doktor Mulyadi.

Jika mengutip Wijana tahun 2004, dalam perspektif kebahasaan, humor pada hakikatnya merupakan salah satu permainan bahasa yang menyebabkan seseorang tertawa atau tersenyum karena kegembiraan. Wacana humor berperan sebagai hiburan dengan istilah khusus yang disampaikan secara informal. Permainan bahasa ini dapat terjadi pada semua tingkatan seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana.

Selanjutnya Doktor Mulyadi mengungkapkan jumlah perserta yang telah mendaftar 500 orang dan puluhan pemakalah pendamping sebagai presenter dari dalam dan luar negeri.

“IICoLA ke-2 menampilkan enam pembicara utama dari enam negara berbeda. Wilayahnya meliputi Benua Amerika, Eropa, dan Asia. Ada pula 12 pemakalah dengan 500 jumlah peserta. Inilah cara Program Studi S3 Ilmu Linguistik untuk percepatan Universitas Sumatera Utara menjadi universitas kelas dunia”, harapnya.

Ada tiga pembicara utama pada Pleno I yaitu, Prof. Anne Pomerantz, Ph.D. (University of Pennsylvania, USA), Dr. Eddy Setia, M.Ed.TESP. (Universitas Sumatera Utara), dan Prof. Toshiyuki Sanadobu, Ph.D. (Kyoto University, Japan) pada pukul 09.10 – 11.10 WIB. Pleno II pada pukul 13.20—15.10 WIB menghadirkan narasumber Prof. Dr. Jan van der Putten (Universität Hamburg, Germany), Dr. Tariq Khan (Central Institute of Indian Languages, India), dan Aygül UÇAR, Ph.D. Mersin University, Turkey). [SP.02]


Share Berita

POPULER

TERKAIT

Berita Terbaru

Lima Peserta Benar Meriah Masuk Final PTQ 51 RRI Takengon

Lima Peserta Benar Meriah Masuk Final PTQ 51 RRI Takengon

SUARAPUBLIK.CO.ID, Takengon | Lima (5) dari 12 perserta Kabupaten Bener Meriah berhasil masuk final dalam Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-51 LPP RRI Takengon. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi...

46 Peserta Ikuti PTQ Lembaga Penyiaran Publik RRI Takengon

46 Peserta Ikuti PTQ Lembaga Penyiaran Publik RRI Takengon

SUARAPUBLIK.CO.ID, Takengon | Sebanyak 46 peserta akan mengikuti Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Takengon. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari mulai 13 – 15 April 2021 di Masjid Agung Ruhama Takengon....

Malengkan dan Syair Gayo Harus Terus Kita Pertahankan

Malengkan dan Syair Gayo Harus Terus Kita Pertahankan

SUARAPUBLIK.CO.ID, Redelong | "Malengkan dan Syair Gayo adalah salah satu budaya Gayo diantara sekian banyak budaya lainnya yang harus kita pertahankan dan harus kita wariskan kepada generasi muda kita, baik sekarang maupun generasi yang akan datang, agar dikemudian...

Pemkab Bener Meriah Buka Seleksi Beasiswa D-III Aceh Carong 2021

Pemkab Bener Meriah Buka Seleksi Beasiswa D-III Aceh Carong 2021

SUARAPUBLIK.CO.ID, Bener Meriah | Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah membuka seleksi bagi generasi muda Bener Meriah memperoleh Beasiswa D3 Aceh Carong Tahun Anggaran 2021. Pembukaan...

About the Author

Redaksi

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *