Home » Pendidikan » Kekonsistenan Profesor Robert Sibarani: Mempelopori Antropolinguistik sampai membuat Buku dan Mendirikan Journal of Anthropolinguistics

Kekonsistenan Profesor Robert Sibarani: Mempelopori Antropolinguistik sampai membuat Buku dan Mendirikan Journal of Anthropolinguistics

11.18.2020
Share Berita

Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.

SUARAPUBLIK.CO.ID – Profesor Robert Sibarani dibesarkan di Toba Samosir, dan pada rentang tahun 1982-1986 menyelesaikan pendidikan tingginya (S1) di Universitas Sumatera Utara (USU) dan universitas itu menjadi tempatnya mengajar mulai tahun 1987 hingga kini. Tahun 1988-1990 dia melanjut ke S2 (Magister) di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, dan kemudian pada jangka waktu tahun 1991-1994 dia menyelesaikan S3 (doktor) di UNPAD Bandung juga yang promosi doktornya tanggal 27 Januari 1994 dalam usia 29 tahun dengan predikat Cumlaude.

Disela-sela peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Senin (17/08/2020) SUARAPUBLIK.CO.ID mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. “Setelah saya menyelesaikan pendidikan S3 di UNPAD Bandung tahun 1994, selanjutnya mendapat kesempatan mengikuti Post-Doktor di Universität Hamburg, Jerman tahun 1994-1995”, ujar Profesor Robert memulai percapakapan dengan SUARAPUBLIK.CO.ID.

Lebih lanjut dia mengatakan pada usia 37 tahun, diangkat menjadi Guru Besar tetap USU Medan pada tanggal 1 Oktober 2001 dalam bidang antropolinguistik dan dikukuhkan tanggal 19 Januari 2002. “Oktober sampai Desember 2011, selanjutnya saya mendapatkan kesempatan mengikuti PAR (Program of Academic Recharging) di Universiteit Leiden, Belanda. Lalu, pada bulan Desember 2013 sampai April 2014 mengikuti SAME (Scheme of Academic Mobility Exchange) di University of L’Orientale, Naples, Italy”, ujarnya.

“Antropolinguistik adalah sebuah kajian dalam perspektif antropologi linguistik atau linguistik antropologi yaitu sebuah bidang ilmu interdisipliner. Mengkaji bahasa dalam kerangka kerja antropologi, mengkaji kebudayaan dalam kerangka kerja linguistik, dan mengkaji aspek-aspek lain kehidupan manusia dalam kerangka kerja bersama antara antropologi dan linguistik”, jelas Profesor Robert Sibarani

Kemudian dia menjelaskan, bidang ilmu antropolinguistik dapat menetapkan objek kajiannya terhadap tadisi lisan dan tradisi budaya untuk tujuan mengungkapkan nilai budaya dan kearifan lokal di samping objek kajian lain yang relevan dengan bahasa dan budaya.

“Sejak tahun 2010, saya melakukan kajian-kajian ilmiah mengenai pembentukan karakter berbasis kearifan lokal. Selanjutnya menulis buku Antropolinguistik, melakukan penelitian tentang antropolinguistik sejak pululan tahun lalu”, ungkapnya.

Profesor Robert Sibarani juga telah menulis puluhan artikel di jurnal internasional bereputasi dengan pendekatan antropolinguistik, dan selalu konsisiten memperkenalkan, menghadirkan, dan mengajar antropolinguistik di berbagai Perguruan Tinggi.

“Kalau bimbingan mahasiswa/i S1, S2, dan S3 telah puluhan yang tamat dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Oleh karena itu, saya mendirikan Forum Antropolinguistik Indonesia (FAI) sebagai wadah ajang diskusi ilmiah dalam pengembangan bidang ilmu ini (antropolinguistik-red)”, harapnya.

Dia juga telah merintis jurnal ilmiah dengan mendirikan Journal of Anthropolinguistics dan mengadakan Seminar berseri Antropolinguistik secara virtual sebagai ajang diskusi ilmiah. Dia juga sering menyajikan makalah pada seminar ilmiah baik di dalam maupun baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti, turut memberikan makalah di International Conference on Austronesian Linguistics VIII yang diadakan di Universiteit Leiden, Belanda pada tanggal 22-27 Agustus 1994. Pada bulan Oktober-November 1996, dia diundang untuk memberikan kuliah di Fachhochshule Munster, Jerman. Pada tahun 2014 dia juga memberikan kuliah di University of L’Orientale, Naples, Italy.

Berbagai jabatan struktural dan organisasi pernah dijabat Profesor Robert Sibarani. Pada tahun 1995-1998 menjabat sebagai Rektor UNITA (Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara), dan Kapuslit Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lemlit USU pada tahun 2000-2005. Selanjutnya pada 2005-2011 menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat USU, serta Anggota Dewan Riset Daerah Sumatera Utara (SUMUT) pada rentang waktu 2006-2010.

Dia juga pernah menjabat dua periode sebagai Rektor Universitas Darma Agung Medan, 2002-2006 dan 2006-2011, serta Ketua IPMI (Institut Pemberdayaan Masyarakat Indonesia) pada 2011 sampai sekarang. Pada tahun tahun 2016, Profesor Robert Sibarani dipercaya sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara sampai saat ini. (SP.02)


Share Berita

POPULER

TERKAIT

Berita Terbaru

Tengku Husnul Ilmi Prihatin Melihat Kantor MAG Bener Meriah

Tengku Husnul Ilmi Prihatin Melihat Kantor MAG Bener Meriah

SUARAPUBLIK.CO.ID - Bener Meriah | Kantor Majelis Adat Gayo [MAG] yang terletak di Kampung Tungul Naru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah perlu perhatian pemerintah daerah. Kepala Sekretariat MAG Bener Meriah, Alhadi S.H.I., menyampailan kepada SUARAPUBLIK.CO.ID...

Sekda Bener Meriah: Kepsek Harus Miliki Inovasi dan Edukasi 

Sekda Bener Meriah: Kepsek Harus Miliki Inovasi dan Edukasi 

SUARAPUBLIK.CO.ID - Bener Meriah | Pelaksana Tugas [Plt] Bupati Bener Meriah, Dailami yang diwakili oleh Sekda Drs. Haili Yoga, M.Si., menggelar rapat koordinasi dengan para Kepala Sekolah [Kepsek] tingkat SD serta SMP se-Kabupaten Bener Meriah di aula Dinas...

Polres Bener Meriah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

Polres Bener Meriah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

SUARAPUBLIK.CO.ID - Bener Meriah | Acara maulid berlangsung di Mushalla Babuttaqwa Polres Bener Meriah, Jalan Bandara Rembele, Kampung Wih Pesam Kecamatan Wih Pesam, Jum'at [22/10/2021]. Momen besar Islam ini dihadiri oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Surya...

About the Author

Redaksi

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *