Home » Pendidikan » Prodi S3 Linguistik USU Gelar Kuliah Daring seri-5: Undang Pakar Dialektologi Professor James Thomas Collins dari Universiti Kebangsaan Malaysia

Prodi S3 Linguistik USU Gelar Kuliah Daring seri-5: Undang Pakar Dialektologi Professor James Thomas Collins dari Universiti Kebangsaan Malaysia

08.30.2021
Share Berita

SUARAPUBLIK.CO.ID – Medan | Program Studi Doktor Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara mengundang pakar dialektologi yang mendunia, Professor James Thomas Collins dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Kuliah Daring seri-5 dengan tema: Kajian Dialektologi Mutakhir hari ini merupakan program kerja Prodi Doktor Linguistik, Senin [30/08/2021].

Kata sambutan dalam Kuliah Daring disampaikan Kaprodi Doktor Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Dr. Eddy Setia, M.Ed. TESP., “Saya bangga atas kehadiran Prof. James Collins, Ph.D. dari Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai narasumuber dan ini yang sangat penting dalam meningkatkan kerja prodi”, ujar Doktor Eddy.

Keterangan Foto:
Dr. Eddy Setia, M.Ed.TESP., Kaprodi S3 Linguistik, FIB-USU.

Lebih lanjut dia mengatakan kedepannya, diharapkan kajian dialektologi semakin maju dan terus dikembangkan khusunya di Prodi S2 & S3 Linguistik, FIB-USU dan umumnya di Indonesia yang kaya dengan keragaman bahasa dan budaya.

Acara secara resmi dibuka oleh Wadek I FIB, Prof. Mauly Purba, M.A., Ph.D., yang mewakili Dekan FIB, Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A., menyampaikian terima kasih atas kesempatannya dan berharap sebagai Pimpinan Fakultas supaya para peserta dapat memanfaatkan momentum ini mendalami Kajian Dialektologi Mutakhir. ”Manfaatkan kehadiran Professor James Thomas Collins untuk berdiskusi sehingga kemampuan kita dalam kajian-kajian itu bisa mengukir prestasi, khususnya dalam bidang akademik”, harap Profesor Mauly.

Keterangan Foto:
Prof. Mauly Purba, M.A., Ph.D., Wadek I FIB USU.

Selanjutnya pewara dalam Kuliah Daring ini, Surya Kelana Putra mengantarkan acara dan kegiatan dipandu oleh Dr. Tasnim Lubis, M.Hum., sebagai moderator.

Malay Language, World Language (Bahasa Melayu, Bahasa Dunia). Ini adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh Professor James yang menginformasikan tentang Bahasa Melayu yang merupakan turunan bahasa Austronesia Purba yang dimulai sebagai satu dari beberapa varian bahasa yang saling berhubungan erat dan digunakan di Kalimantan Barat. Sebagian suku yang memiliki teknologi perairan yang maju, mereka melakukan perjalanan melalui laut untuk berpindah. Perjalanan yang menuju ke arah barat Kalimantan menyeberangi selat Karimata ke Belitung dan Bangka di sebelah selatan Sumatera, khususnya daerah Sungai Musi dan pantai Barat Jawa. Perjalanan yang luar biasa, bahkan dari sebuah lagu melayu kita bisa mengetahui salah satu keahlian suku ini dari liriknya: Lancang kuning berlayar malam, Haluan menuju laut dalam, kalau nakhoda kuranglah paham, alamat kapal akan tenggelam.

Keterangan Foto:
Surya Kelana Putra

Professor James Thomas Collin memperoleh gelar Ph.D pada tahun 1980 di Universitas Chicago, Pada tahun 1984 beliau adalah seorang peneliti senior di Universitas Cornell, sebagai Profesor bahasa Indonesia pada University of Texas di El Paso, Universitas Leiden, Universitas Goethe Frankfurt, International Institute of Asian Studies (Belanda), dan profesor di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Keterangan Foto:
Dr. Tasnim Lubis, M.Hum.

Selanjutnya beliau diangkat sebagai Profesor dalam bidang Linguistik Melayu-Polinesia pada tahun 1995. Saat ini, beliau adalah Profesor di Foreign Languages & Literatures, College of Liberal Arts and Sciences, Northern Illinois University, Amerika Serikat. Sungguh luar biasa mengingat periode waktu yang beliau lalui untuk terus concern dalam meneliti tentang bahasa melayu Autronesia dan Polinesia. Khusus untuk penelitian dialek-dialek di Indonesia, beliau telah melakukan penelitian khususnya di daerah Maluku, Kalimantan, Semenanjung Malaysia dan Sarawak.

Keterangan Foto:
Prof. James Collins, Ph.D., dari Universiti Kebangsaan Malaysia

Professor James Thomas Collin dalam pemaparannya menyampaikan tentang tinjauan kendala dialektologi mutakhir yaitu pengumpulan data, metode kuantitatif dan persepsi penduduk.

Lebih rinci dia menjelaskan, dalam menjalankan meode penelitian harus bersifat EMPIRIS yaitu harus dilengkapi dengan prosedur pengumpulan data, melalui pengalaman, pengamatan atau eksperimen. Dan, INDUKTIF yang artinya harus juga disempurnakan dengan prosedur analisa data yang memungkinkan tercapainya generalisasi yang dapat diuji.

Keterangan Foto:
Dr. Mulyadi, M.Hum., Sekretaris Prodi S3 Linguistik FIB-USU

Kuliah Daring kali ini dihadiri peserta dari berbagai daerah di nusantara dan jumlahnya mencapai 250 peserta. Penutupan kegiatan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Prodi S3 Linguistik, Dr. Mulyadi, M.Hum. [SP-AFA]


Share Berita

POPULER

TERKAIT

Kini Pesantren Miliki Dana Abadi

Kini Pesantren Miliki Dana Abadi

Keterangan Foto:Ilustrasi: Santri saat membaca Al-Qur'an. (Ist) SUARAPUBLIK.CO.ID - Jakarta | Presiden Joko Widodo...

Berita Terbaru

Kini Pesantren Miliki Dana Abadi

Kini Pesantren Miliki Dana Abadi

Keterangan Foto:Ilustrasi: Santri saat membaca Al-Qur'an. (Ist) SUARAPUBLIK.CO.ID - Jakarta | Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan tersebut ditandatangani tanggal 2...

Pengurus APRI Bener Meriah Dikukuhkan di Grand Bayu Hill Takengon

Pengurus APRI Bener Meriah Dikukuhkan di Grand Bayu Hill Takengon

SUARAPUBLIK.CO.ID - Bener Meriah | Kepala Kantor Kementerian Agama Bener Meriah, Drs H Hamdan MA melantik Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Bener Meriah Periode  2021 - 2025 di aula Hotel Grand Bayu Hill, Takengon, Minggu...

About the Author

Redaksi

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *