Home » Kriminal » Kasus Pembunuhan di Tembolon: Satreskrim Polres Bener Meriah Gelar Rekonstruksi

Kasus Pembunuhan di Tembolon: Satreskrim Polres Bener Meriah Gelar Rekonstruksi

06.09.2021
Share Berita

SUARAPUBLIK.CO.ID – Bener Meriah | Polres Bener Meriah menggelar rekonstruksi (reka ulang) pembunuhan berencana terhadap Hanafiah (47), pedagang asal Aceh Utara, Selasa [08/06/2021] di Mapolres Bener Meriah.

Seperti diketahui, jenazah Hanafiah [47] diketemukan di kebun daerah r Dusun Belang Terujak, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah pada 27 Februari 2021 lalu.

Dalam kasus itu, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah menetapkan empat orang tersangka, yaitu JM (49) warga Bener Meriah, AB (40) warga Langsa, dan NS (40) serta FT (28) keduanya warga Aceh Timur.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S.I.K, melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Bustani, S.H, M.H mengatakan, “Dalam rekonstruksi tersebut tersangka memperagakan 51 adegan pembunuhan yang menghabisi nyawa korban Hanafiah”, ujarnya.

Para pelaku nekat menghabisi nyawa korban demi menguasai harta milik korban Hanafiah. Dalam rekontruksi itu juga terlihat keahlian dan perencanaan yang matang para tersangka JM Cs.

Dalam reka itu JM sudah merencanakan untuk menghabisi korban menggunakan benda tumpul yaitu besi dan kayu.

Saat korban tiba di lokasi itu, JM dalam posisi bersembunyi, sedangkan AB bertemu langsung dengan korban.

Pada saat itu, AB sudah memegang sebatang besi yang disembunyikan dibalik lengan sebelah kanan.

Kemudian JM dan AB mendekati korban dari arah belakang. Selanjutnya, AB langsung mengayunkan besi kearah kepala belakang korban, namun korban mengelak dan tidak mengenai korban.

Melihat hal itu, lalu JM mengambil sebilah kayu yang sudah dipersiapkan yang diletakkan tidak jauh dari lokasi korban berdiri.

Tak menunggu lama, JM langsung memukul kayu tersebut kearah kepala sebelah kiri korban yang menyebabkan korban jatuh tersungkur ketanah dengan posisi terlungkup dan tak sadarkan diri. 

Setelah korban dinyatakan tak bernyawa lagi oleh AB akibat pukulan kayu dan besi, korban selanjutnya dibuang menggunakan kereta dorong oleh kedua pelaku kearah jurang.

“Pasal yang kita sangkakan untuk JM kita terapkan pasal 338, 340, dan 365. Untuk yang membantu tindak pidana ini kita sangkakan dengan pasal 338, 340, 365, Junto 55 KHUP pidana, dengan tuntutan hukuman seumur hidup,” tutur Iptu Bustani. [Wan Kurnia]


Share Berita

POPULER

TERKAIT

Berita Terbaru

Sikat Kotak Amal RSUD Muyang Kute Bener Meriah: Pelaku Diamankan Polisi

Sikat Kotak Amal RSUD Muyang Kute Bener Meriah: Pelaku Diamankan Polisi

SUARAPUBLIK.CO.ID - Bener Meriah | Tim Opsnal Satreskrim Polres Bener Meriah, dibantu Kanit Reskrim Polsek Bukit serta Kanit Reskrim Polsek Bandar yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bener Meriah. berhasil mengungkap diduga pelaku pencuri kotak amal yang...

Konsumsi Narkoba, Buruh Bangunan di Kota Langsa Diringkus Polisi

Konsumsi Narkoba, Buruh Bangunan di Kota Langsa Diringkus Polisi

SUARAPUBLIK.CO.ID - Langsa | Seorang buruh bangunan berinisial RA (38), warga Gampong Jawa Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa terpaksa berurusan dengan polisi, setelah dirinya diciduk Satres Narkoba Polres Langsa, lantaran mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Satuan...

Aniaya Ibu Kandung, Pemuda Kampung Belang Jorong Diamankan Polisi

Aniaya Ibu Kandung, Pemuda Kampung Belang Jorong Diamankan Polisi

SUARAPUBLIK.CO.ID, Bener Meriah| Seorang pemuda di amankan pihak kepolisian Sektor Bandar, Polres Bener Meriah, lantaran diduga menganiaya ibu kandungnya sendiri. Penganiayaan tersebut di ketahui  pada hari Rabu [26/5/21] setelah korban melaporkan hal tersebut kepada...

About the Author

Redaksi

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *