
Kepala SMAN 4 Langsa, Salamuddin Usman
EMBUN baru saja kering. Suasana pagi berubah hiruk-pikuk. Gemuruh kenderaan bermotor kian menderu di lintasan Jl Prof A Majid Ibrahim, Kota Langsa atau jalan lintas Medan-Banda Aceh itu.
Pagi ini, Selasa 19 Januari 2021, seorang petugas berdiri disebuah pintu masuk sekolah. Ditangannya, tergenggam alat pengukur suhu tubuh (Thermogun).
Dengan sigap, senjata pengukur suhu itu ditodongkan ke tubuh sesiapa saja yang hendak masuk ke lokasi sekolah.
Mereka adalah siswa dan guru serta tenaga kependidikan SMAN 4 Langsa. Sekolah menengah atas yang lokasinya berada di kawasan pesisir Langsa. Tepatnya, di Gampong Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat.
Semuanya kenakan masker. Terdapat pula tempat cuci tangan. Pertanda, sekolah ini terapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.
Usai diperiksa suhu tubuh. Pewarta diizinkan masuk ke komplek sekolah. Bangunannya luas. Lokasi lahan terbentang lebar. Mungkin mencapai 1,5 hekatere.
Sejurus kemudian, di depan sebuah bangunan. Seorang pria berperawakan gagah, dibalut pakaian dinas langsung menyapa.
“Sini. Kita di ruangan ini saja. Ngobrol santai sambil seruput kopi,” ujar pria tadi.
Ya, dia adalah Kepala SMAN 4 Langsa, Salamuddin Usman. Menjabat sejak 10 Januari tahun lalu.
Sambil seruput kopi yang tersaji. Salamuddin menuturkan dirinya sedang berusaha maksimal membangun karakter siswanya.
“Sekolah kita salah satu penerima bantuan Kemendikbud untuk pendidikan karakter,” tuturnya.
Kepala Sekolah ini juga menyebut sejumlah program disekolahnya. “Tahun ini kita fokus pada bidang Bahasa Inggris, Tilawah Al-Qur’an dan seni,” sebutnya.
Bahasa Inggris, papar dia, menjadi salah satu hal penting guna mempersiapkan siswa-siswi untuk bisa diterima pada Universitas Favorit, sebagaimana semangat Pemerintah Aceh.
“Pak Kadis Pendidikan Aceh menyampaikan target siswa SMA bisa masuk 10 Perguruan Tinggi Negeri berkualitas atau ‘Top Ten‘,” kata dia.
Karenanya, menyahuti hal dimaksud pihaknya menambah bimbingan belajar di luar jam sekolah atau ekstrakurikuler untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.
Di mana, sekolah menyediakan tutor profesional dan siswa yang mengikuti program tersebut tidak dipinggut biaya.
Diakui Salamuddin, pada tahun 2020, seorang siswi SMAN 4 Langsa berhasil lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri () di Universitas Negeri Jakarta.
“Putri Bela Saputri namanya. Siswi ini berlatar belakang siswa kurang mampu. Dia berhasil lolos. Ini kebanggaan kami, dari sekolah pesisir bisa ke ibukota Negara,” papar Alumnus IAIN atau UIN Ar Raniry Banda Aceh ini.
Kala itu, keluarga Putri Bela Saputri di Gp Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat, dirundung gulana. Mereka tak mampu memberangkatkan anaknya ke kampus tersebut, lantaran terbentur biaya.
Pihak sekolah kemudian mencoba fasilitasi. Kepala sekolah dna dewan guru turun tangan, patungan untuk biaya tiket ke Jakarta.
Selebihnya, ada donatur yang membantu sehingga anak pesisir Langsa, bisa terbang menggapai asa di ibukota Jakarta.
“Siswi ini jadi ikon sekolah kita. Baru kali ini ada yang lulus UMPTN ke pulau Jawa. Ini prestasi kita semua,” ungkap Salamuddin, seraya menambahkan, keluarga Putri, tinggal di belakang sekolah. Keluarga ini pra sejahtera.
Masih terkait pentingnya Bahasa Inggris. Salamuddin memberi contoh lain, yakni Muhammad Juanda. Siswa ini menjadi perwakilan daerah pada Jambore Pramuka Asia Pasifik.

Kepsek SMAN 4 Langsa saat kunjungi kediaman siswi yang lulus UMPTN Universitas Negeri Jakarta, medio 2020.
“Juanda dibekali bahasa Inggris yang mumpuni. Selain dia pramuka aktif dan miliki karakter,” ujarnya.
Terlebih, SMAN 4 Langsa menyabet juara III lomba debat mata pelajaran Bahasa Inggris se-Kota Langsa, beberapa waktu lalu.
Lantas, Salamuddin menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler lain, yakni Tilawah. Baginya, membangun karakter siswa, harus pada pondasinya yakni karakter Islami.
Untuk itu, sekolah menyediakan fasilitas berupa tutor dan uang transportasi untuk siswa yang mengikuti program ini.
Terkait kesenian, di SMAN 4 Langsa terdapat sebuah ruang tetaer. Disinilah, pihak sekolah memfokuskan pengembangan minat dna bakat seni siswanya.
Peralatan kesenian di sekolah ini terlebih banyak. Mulai alat band, seruling, angklung dan lainnya tersedia.
“Karena masa pandemi, saat ini belum begitu aktif siswa kita berkesenian,” kata putra asli Ranto Peureulak ini.
Lain itu, sekolah ini miliki tiga laboratorium lengkap yang peralatannya memadai. Yakni laboratorium fisika, kimia dan biologi.
Disamping itu, terdapat lapangan basket, volly ball dan takraw, sebagai sarana olahraga siswa.
Belajar Dimasa Pandemi
SMAN 4 Langsa memiliki 270 siswa. Dimasa pandemi, sekolah melaksanakan proses belajar secara daring (online) maupun tatap muka.
Saat pembelajaran daring, sekolah ini mendata siswanya dalam tiga kelompok. Pertama, siswa yang miliki android. Kepada mereka proses belajar daring bisa segera dilakukan.
Kedua, siswa memiliki telepon selular tapi bukan android. Mereka ini disampaikan informasi lewat selular miliknya atau orangtua mereka.
Ketiga, siswa tidak miliki selular dan android. Kepada mereka ini, pihak sekolah melakukan metode kunjungan rumah, agar proses belajar tetap terlaksana.
“Persentase siswa tidak miliki android sekira dibawah 10 persen. Mereka yang miliki android 60 persen,” jelas Salamuddin.
Memasuki masa belajar tatap muka. SMAN 4 Langsa berlakukan metode pembagian jumlah siswa atau shift.
Dari 270 siswa. Setiap hari hanya 135 orang yang belajar tatap muka di ruang kelas. Polarisasinya pun hanya libur sehari berselang.
“Rombongna belajar kita bagi. Sift A dan B. Jadi libur hanya sehari saja,” kata Salamuddin.
Kembangkan UKS dan Bisnis Sekolah
Setelah bincang lebar dan seruput kopi. Salamuddin mengajak melihat taman apotik hidup yang ada di sekolah itu.
“Ini hasil karya siswa. Taman ini berada di bawah binaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS),” sebutnya.
Lain itu, ruangan UKS SMAN 4 Langsa terbilang lengkap. Terdapat obat-obatan, kotak P3K, dua buah ranjang, tabung oxigen dan tertata rapi.
Diakui Salamuddin, pihaknya bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Langsa Barat guna memberikan pemahaman kepada petugas UKS di sekolah itu.

Petugas UKS SMAN 4 Langsa, simulasi pertolongan pertama.
Tahun ini, tambahnya, sekolah berencana untuk mengembangkan budidaya ikan gurami. Hal ini bisa menjadi bisnis sekolah yang bermanfaat nantinya.
“Kita punya lahan luas. Ini daerah pesisir. Budidaya ikan jadi alternatif dan semoga berhasil,” tukasnya.
Selama ini, kegiatan di sekolah dibiayai oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Meski belum maksimal, tapi optimalisasi perlu dilakukan, celoteh Salamuddin.
Dia berharap, Pemerintah bisa memberikan stimulus bantuan lain dimasa pandemi Covid-19 ini.
“Ini penting. Agar peningkatan mutu pendidikan bisa selaras menyahuti visi Aceh Caroeng milik Pemerintah Aceh,” harapnya.
Sebagaimana diketahui, SMAN 4 Langsa memiliki 38 tenaga pendidik dan kependidikan.
Jumlah ini, belum termasuk petugas laboratorium, kebersihan dan penjaga sekolah. [Putra Zulfirman]


0 Komentar