Home » Nanggroe » Terkait Perusakan Kantor Desa Pakat Jeroh: Warga bersama LSM dan PMII Minta Penegak Hukum Bebaskan Tersangka agar Diselesaikan Secara Adat Gayo

Terkait Perusakan Kantor Desa Pakat Jeroh: Warga bersama LSM dan PMII Minta Penegak Hukum Bebaskan Tersangka agar Diselesaikan Secara Adat Gayo

11.30.2021
Share Berita

SUARAPUBLIK.CO.ID – Bener Meriah | Masyarakat Kampung Pakat Jeroh, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah didampingi LSM Garis Merah dan PMII cabang Bener Meriah meminta pihak Kepolisian Resort Bener Meriah agar membebaskan para tersangka pengrusakan Kantor Reje Kampung Pakat Jeroh.

Mereka menilai bahwa melihat perkiraan kerugian dalam persoalan ini tidak lebih dari Rp1.000.000 (satu juta rupiah) maka penyelesaian secara adat adalah solusi terbaik menurut kami.

“Atas hal tersebut kami meminta pihak Kapolres Bener Meriah untuk mengembalikan persoalan itu kepada kampung untuk diselesaikan secara adat gayo“, kata Koordinator LSM Garis Merah, Nasri kepada awak media dalam konferensi pers, Senin [29/11/2021].

Nasri yang didampingi Ketua PMII Bener Meriah menyayangkan tindakan Kepolisian Resort Bener Meriah yang telah melakukan penahanan terhadap beberapa pemuda Kampung Pakat Jeroh yang diduga melakukan perusakan kaca Kantor Reje Kampung.

“Padahal sudah ada kesepakatan perdamaian antara orang tua tersangka yang juga telah disepakati oleh pimpinan Kecamatan Bandar, dan dengan terjadinya perdamaian antara tersangka dengan pimpinan tertinggi di Kampung Pakat Jeroh dimana para pelaku bersedia akan memperbaiki semua fasilitas yang dirusak”, sebut Nasri.

“Padahal sebelumnya pihak pelapor telah melayangkan surat permohonan pencabutan pelaporan terhadap perkara tersebut. Namun mereka [Polisi-red] tidak menindak lanjuti surat permohonan tersebut dan hal itu sangat kita sayangkan”, imbuh Nasri.

Dalam kesempatan itu, Nasri mengultimatum jika dalam 3X24 jam para tersangka tidak dibebaskan mereka akan menjemput para tersangka secara adat ke tahanan Polres Bener Meriah. Tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Prabowo SIK melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Bustani saat dikonfirmasi awak media menegaskan, pihak kepolisian dalam perkara tersebut berbicara yuridisnya normatif penanganan perkaranya.

Perkara Kampung Pakat Jeroh yang ditangani, berdasarkan tahapan evaluasi penyelidikan, para lidik dan lain-lainya yang membutuhkan waktu selama dua bulan, jelas Iptu Bustani.

Dan untuk penetapan tersangkanya juga membutuhkan waktu selama dua bulan berdasarkan gelar perkara, baik secara internal, dan juga dari eksternal sehingga perkara ini kita tingkatkan dari lidik ke penyidikan sampai dengan adanya tersangka.

Menurut Bustani, surat pernyataan masyarakat tersebut hanya terjadi miskomunikasi antara pihak pembuat surat dengan pihaknya.

“Yang perlu dipahami ada beberapa perkara yang dapat diselesaikan di tingkat desa, dan ada yang tidak dapat diselesaikan di desa,” terang Bustani.

Qanun nomor 9228 ada 18 item yang harus diselesaikan penyidik Polri menyelesaikan dan menyerahkan perkaranya ke tingkatdDesa. Terkecuali perkara seperti Kampung Pakat Jeroh itu diterapkan pasal 170 yakni kekuatan kekerasan yang digunakan bersama-sama, artinya lebih dari satu orang.

“Jika satu orang pelakunya itu akan kita serahkan kepada perangkat desa, karena kita mengerti juga kearifan lokal. Yang kita hindari adalah, ketika ini selesai ada pelaku-pelaku lain di esa lain yang menyusul melakukan pengrusakan Kantor desa”, terang Bustani.

Disebutkannya, bahkan kantor desa adalah merupakan aset pemerintah, kantor negara di struktur pemerintahan yang terendah itu yang kita jaga. Hadirnya pihak kepolisian dalam proses penegakan hukum adalah representatif hadirnya negara, ucap Bustani.

“Permasalahan ini berdasarkan evaluasi dan anev kita, di Bener Meriah banyak kejadian pelaku perusakan kantor desa diselesaikan dengan damai dan berulang lagi. Untuk itu untuk Kampung Pakat Jeroh perkara itu kita lanjutkan, karena ini bukan perkara yang dapat diselesaikan di tingkat desa”, tutur Bustani. [Wan Kurnia]


Share Berita

POPULER

TERKAIT

Perpadi Salurkan Bantuan Banjir

Perpadi Salurkan Bantuan Banjir

Keterangan Foto:Perpadi salurkan bantuan banjir. SUARAPUBLIK.CO.ID - Karang Baru | Persatuan Pengusaha Penggilingan...

Berita Terbaru

Sembuh dari Sakit, Tgk. H. Sarkawi Hadiri Peringatan Milad BKMT ke-41

Sembuh dari Sakit, Tgk. H. Sarkawi Hadiri Peringatan Milad BKMT ke-41

SUARAPUBLIK.CO.ID - Bener Meriah | Ketua BKMT Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati,MT menghadiri Milad ke-41 Badan Kontak Majlis Taklim di aula kantor Bupati Kabupaten Bener Meriah, Selasa [18/01/2022]. Milad BKMT yang ke-41 Tahun 2022 itu mengusung tema Membangun Karakter...

Asrizal H. Asnawi: Pembalakan Liar Salah Satu Penyebab Banjir

Asrizal H. Asnawi: Pembalakan Liar Salah Satu Penyebab Banjir

Keterangan Foto:Anggota DPRA, Asrizal H Asnawi. SUARAPUBLIK.CO.ID - Banda Aceh | Anggota DPR Aceh Fraksi PAN, Asrizal H. Asnawi menyebut salah satu penyebab banjir yang melanda kawasan pantai timur Aceh (Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Utara), adalah...

Perpadi Salurkan Bantuan Banjir

Perpadi Salurkan Bantuan Banjir

Keterangan Foto:Perpadi salurkan bantuan banjir. SUARAPUBLIK.CO.ID - Karang Baru | Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Aceh Tamiang, menyalurkan bantuan logistik senilai Rp 10 juta rupiah kepada warga terdampak banjir di...

About the Author

Redaksi

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *