Home » Infotainment » Anemia dan Kesehatan Remaja

Anemia dan Kesehatan Remaja

Share Berita

Keterangan Foto:
Dara Nadira Zuhra, STr.Gz

SUARAPUBLIK.CO.ID, Lhokseumawe | Anemia atau kekerungan zat besi ternyata sangat rentan terhadap remaja.

Berdasarkan data yang ada, 3-4 dari 10 remaja Indonesia masih menderita Anemia.

Karenanya, lewat momentum Hari Gizi Nasional ke 61 tahun yang jatuh pada tanggal 25 Januari, mengusung tema; “Remaja Sehat, Bebas Anemia”.

Lantas, bagaimana perkembangan gizi remaja, simak wawancara SUARAPUBLIK.CO.ID bersama Dara Nadhira Zuhra, Str.Gz.

Dira–sapaan akrabnya, merupakan gadis kelahiran Lhokseumawe 21 September 1995 dan lulusan D4 Gizi Politeknik Kemenkes Aceh.

Dira juga merupakan alumni program Nusantara Sehat klasifikasi daerah terpincil dan ditugaskan di Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai pada 2018-2020.

“Masalah nutrisi utama pada remaja adalah defisiensi mikronutrien, khususnya anemia defisiensi zat besi,” kata Dira, Senin 25 Januari 2021.

Masalah lain, tambah dia, malnutrisi, baik gizi kurang dan perawakan pendek maupun gizi lebih sampai obesitas dengan ko-morbiditasnya yang keduanya seringkali berkaitan dengan perilaku makan salah.

Ia menjelaskan, Anemia adalah kondisi ketika darah tidak memiliki sel merah sehat yang cukup. Cirinya, mulai dari lemas, ngantukan, sukanya rebahan dan gampang capek.

“Sebenarnya anemia bukan cuma berpengaruh ke produktivitas dan konsentrasi. Tapi bisa juga nambahin masalah negara,” ujar gadis cantik nan imut ini.

Dia memberi contoh, jika semasa remaja menderita anemia. Ketika dewasa dan menjadi ibu hamil akanberesiko saat persalinan.

Parahnya, anemia bisa berpengaruh pada anak yang dikandung . anak yang lahir dari ibu anemia beresiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Malnutrisi.

Ada beberapa contoh Malnutrisi, sambung Dira, mulai dari kekurangan folat, stunting, dan lainnya.

“Kalau sudah begitu bagaimana mau tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas,” timpal Dara Nadhira Zuhra.

Dira lantas memberikan tips, bagaimana cara mencegah anemia?.

Kata dia, perlu konsumsi makanan dengan gizi seimbang, atur pola makan, minum tablet tambah darah seminggu 1 kali, tidak begadang, minum viitamin C dan biasakan hidup sehat.

“Remaja adalah aset generasi terbaik bangsa yang harus dilindungi. Namun nyatanya sampai saat ini masih banyak remaja kita yang mengalami masalah kesehatan, khususnya terkait anemia,” tandas Dira.

Momentum Hari Gizi Nasional ini, Dara Nadhira Zuhra mengajak semua pihak untuk bersama tingkatkan kembali perlindungan dan pendampingan terhadap remaja.

“Mari kita bekali diri dengan pengetahuan dan khususnya menjauhkan mereka dari bahaya anemia pada remaja,” pungkas Dara Nadhira Zuhra. (SP-02).


Share Berita

POPULER

TERKAIT

Berita Terbaru

Diguyur Hujan, Pilchik Birem Puntong Meriah, Ada Doorprize

Diguyur Hujan, Pilchik Birem Puntong Meriah, Ada Doorprize

SUARAPUBLIK.CO.ID - Langsa | Meski diguyur hujan, penghitungan suara pemilihan geuchik Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa berlangsung meriah, Selasa [24/5/2022]. Pasalnya, warga begitu antusias menanti siapa yang unggul sebagai geuchik terpilih...

About the Author

Redaksi

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *