SUARAPUBLIK.CO.ID – MEDAN | Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) melanjutkan rangkaian kegiatan Summer Course 2026 dengan pelatihan dokumentasi warisan budaya takbenda pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna FIB USU ini menggabungkan pembelajaran teoretis dan praktik dokumentasi seni pertunjukan tradisional.
Mengusung tema “North Sumatra Cultural Heritage: Documentation and Fostering Sustainability”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara sekaligus mendorong pelestariannya melalui dokumentasi yang sistematis.
Pada sesi kesembilan (Course 9), peserta mengikuti pelatihan bertajuk “Documentation Training on Intangible Asset (Documenting Ethnomusicology through Ethnographic Film: The Case of ‘Gordang Tano: Bunyi dari Bumi’)”. Materi disampaikan oleh Ahmad Arief Tarigan, S.Sn., M.Si., dengan Qori Islami Aris, S.S., M.Hum., sebagai moderator.
Sesi ini membahas dokumentasi etnomusikologi melalui film etnografi dengan mengambil contoh “Gordang Tano: Bunyi dari Bumi”. Pendekatan tersebut memberikan perspektif mengenai pemanfaatan media audiovisual untuk merekam, mendokumentasikan, dan memperkenalkan praktik musik tradisional sebagai bagian dari warisan budaya.
Setelah sesi pembelajaran dan istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dokumentasi seni pertunjukan. Peserta menyaksikan pertunjukan Tari Mak Inang Pulau Kampai pada pukul 13.00–15.00 WIB, kemudian mengikuti dokumentasi pertunjukan Tari Batak Toba pada pukul 15.00–17.00 WIB. Kedua kegiatan ini dikoordinasikan oleh Divisi Seni Pertunjukan (Performing Arts Division).

Melalui praktik tersebut, peserta berkesempatan mengenal proses dokumentasi seni pertunjukan secara langsung. Dokumentasi tidak hanya merekam gerak tari, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengabadikan unsur-unsur ekspresi budaya yang memiliki nilai historis dan identitas bagi masyarakat pendukungnya.
Rangkaian kegiatan pada hari kelima ini menegaskan pentingnya keterampilan dokumentasi dalam mendukung keberlanjutan warisan budaya takbenda. Dengan memadukan pengetahuan akademik dan pengalaman lapangan, Summer Course 2026 FIB USU diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta tentang strategi pendokumentasian dan pelestarian kekayaan budaya Sumatera Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Summer Course 2026 yang berlangsung pada 21–26 September 2026. Melalui program tersebut, FIB USU terus mendorong pengenalan, pendokumentasian, dan pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya bagi generasi mendatang. [SP-03]













0 Komentar