Home » Pendidikan » Usut Tuntas Kasus Ijazah Palsu

Usut Tuntas Kasus Ijazah Palsu

Share Berita

Keterangan Foto:
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Sukur

SUARAPUBLIK.CO.ID, Redelong | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Sukur dalam konfrensi pers meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan penggunaan ijazah palsu.

Hal ini disampaikan Sukur dalam konfrensi pers yang digelar, Kamis (14/01/2021) di ruang kerjanya.

Sukur mengungkapkan, pada Bulan Maret 2020 lalu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Almarhum Anriyeni pernah mengeluhkan sejumlah blangko ijazah Paket A, B dan C yang hilang berkas dari dalam lemarinya berserta DNT.

Menurut Sukur, paska kejadian itu, pihaknya selalu meneliti dan memverifikasi secara detil setiap ada ijazah paket A, B, dan C yang akan dilegalisir dengan mencocokan dengan DNT.

“Sehingga, apabila ditemukan ketidaksesuaian ijazah yang dilegalisir dengan DNT, maka ijazahnya kita tahan,” kata Sukur.

Sukur mengungkapkan, sejauh ini sebanyak 18 lembar ijazah yang sudah ditahan di Dinas Pendidikan dengan harapan pemilik mempermasalahkan penahan ijazah yang diduga ilegal itu.

Ia juga menduga ijazah ilegal yang beredar lebih dari jumlah yang telah ditahan pihaknya, untuk itu untuk mengukap oknum-oknum yang terlibat dalam “bisnis ijazah palsu“ itu.

Sukur berharap pihak penegak hukum segera mengusut tuntas kasus yang mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Kadis Pendidikan itu juga mengaku sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait dugaan beredarnya ijazah Paket A, B, dan C ilegal.

“Saya sudah pernah dimintai keterangan dan juga staf saya sebanyak tiga orang sudah diperikasa pihak kepolisian,” terang Sukur.

Lebih lanjut Sukur menyebutkan, akibat sudah banyaknya ijazah yang sudah ditahan diduga ada oknum yang melakukan scan tandatangannya dan distempel leges dan setempel dinas yang dipalsukan dan fotocopy ijazah yang dilegalisir secara ilegal.

“Inilah yang digunakan oleh oknum Aparatur Kampung yang dicurigai menggunakan ijazah palsu tersebut untuk kelengkapan administrasi sebagaimana berita yang beredar,” ujarnya.

Sebut Sukur, pihaknya tidak pernah mengeluarkan ijazah paket A, B, dan C seperti itu, melainkan ini dilakukan oleh oknum yang melakukan jual-beli ijazah tersebut.

Menyangkut persolan itu, Sukur mengatakan telah menyampaikan kepada Bupati Bener Meriah dan sekda Bener Meriah dan Sekda meminta kasus itu diusut tuntas.

Dalam kesempatan itu, mantan Kabag Humas Setdakab Bener Meriah itu menegaskan bila ada yang menyebut-nyebut ikut terlibat itu adalah fitnah dan dalam salah satu akun facebook Dor PEcogah yang menuduh Kepala Dinas menerima uang Rp5 juta perlebar dan disinyalir sudah kami kelurakan sejumlah 150 lembar, tutur Sukur.

Terkait modus operandi pemalsuan ijazah tersebut yakni dengan cara mengganti nama pemilik ijazah yang sudah tercetak diblangko ijazah yang belum diambil pemilik dengan mengoreknya secara teliti dan hati-hati, kemudian mencetak ulang nama ke blangko ijazah tersebut sesuai nama yang membelinya atau memesannya dan ada juga yang langsung mencetak nama yang memesan atau yang membeli pada blabgko ijazah yang kosong.

“Sehingga nama pemilik ijazah yang didapat dengan cara ini tidak sesuai dengan DNT dan ini kita pastikan ilegal. Bila masuk ke meja saya untuk dilegalisir langsung kami cabut dan terakhir kami dikejutkan dengan beredarnya lagi legalisir ijazah Ijazah Paket ijazah A, B dan C beserta legalisir ilegal dengan mencetak stempel leges dan stempel dinas serta melakukan scan tanda tangan saya selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah,” jelas Sukur. [Wan Kurnia]


Share Berita

POPULER

TERKAIT

Berita Terbaru

Perkosa Lalu Membunuh, 35 Jam Kemudian Pelaku Dibekuk Polisi

Perkosa Lalu Membunuh, 35 Jam Kemudian Pelaku Dibekuk Polisi

Keterangan Foto:Kedua tersangka pelaku pembunuhan ibu dan anak di Simpang Jernih, Aceh Timur. (Dok. Polres Atim) SUARAPUBLIk.CO.ID, Idi | Dua pria warga Kecamatan Simpag Jernih, Aceh Timur terpaksa mendekam dijeruji besi Mapolres setempat. Mereka adalah R (46) dan M...

Anak Dibawah Umur Diperkosa Tiga Pemuda

Anak Dibawah Umur Diperkosa Tiga Pemuda

SUARAPUBLIK.CO.ID, Bener Meriah | Kasus pemerkosaan terhadap terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Bener Meriah. Kali ini anak umur 14 tahun diperkosa oleh tiga orang pemuda, Selasa (16/02/2021). Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S.I.K...

Polisi Ciduk Dua Pengedar Narkoba, Sita Sabu dan Ganja

Polisi Ciduk Dua Pengedar Narkoba, Sita Sabu dan Ganja

SUARAPUBLIK.CO.ID, Langsa | Polisi meringkus dua pengedar narkotika di dua lokasi terpisah di Kota Langsa, pada 11 dan 12 Februari 2021. Kapolres Langsa melalui Kasat Narkoba, Iptu Imam Aziz Rachman menyebut, pengungkapan kasus tersebut, atas laporan masyarakat dan...

Meneguhkan Generasi Qur’ani, SMA Muhammadiyah Langsa Wisuda Tahfidz

Meneguhkan Generasi Qur’ani, SMA Muhammadiyah Langsa Wisuda Tahfidz

Kepala SMA Muhammadiyah Langsa, Rafliansyah, S.Pd, M.Pd (Foto: Ryan Mifti) SUARAPUBLIK.CO.ID, Langsa | Sebanyak 54 orang siswa SMA Muhammadiyah Kota Langsa dinyatakan lulus sidang tahfidz Al-quran. Para siswa yang dinyatakan lulus tersebut dilaksanakan wisuda di aula...

About the Author

Redaksi

Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *